Ok, Ladies and gentlemens, please fasten your seatbelt!
[+] Matikan aplikasi ga kepake yang jalan saat startup, buka System > Preferences > Startup Application. Unmark aplikasi yang ga diperlukan yang jalan saat startup. Klo saya:
Check for new hardware drivers: Berguna sih, tapi saya kan pake laptop jadi ga mungkin deh upgrade VGA atau jeroannya (kecuali RAM dan Hardisk), selain itu ga ada rencana untuk beli hardware lain.
Gnome Login Sound: Yah, ga terlalu penting :)
Print Queue Applet: Ga pake printer jadi yg ini ga perlu banget
Remote Desktop: Yep, sama sekali ga penting buat saya.
Visual Assistance: Terima kasih tapi saya masih bisa membaca dengan baik
Personal File Sharing: Ga ada niat untuk share folder :)
mintWelcome: Ga penting, ganggu aja.
mintUpdate: Ga penting, bisa dilakukan saat selesai startup.
[+] Install BootUp-Manager, aplikasi ini berguna untuk mematikan service yang dijalankan saat booting.
sudo apt-get install bumSetelah selesai instalasi, buka System > Administration > BootUp-Manager, unmark service-service yang ga diinginkan kemudian tekan Apply. Klo saya:
rsync
speech-dispatcher
kerneloops
saned
cups
[+] Enable Profiling pada Grub, Profiling mirip dengan cache, jadi profile booting kita yang sebelumnya akan tersimpan, sehingga saat booting berikutnya hanya perlu menggunakan profile boot sebelumnya.
Caranya:
Buka Terminal:
gksudo gedit /etc/default/grubCari baris:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash"Tambahkan "profile" pada baris tersebut, sehingga menjadi seperti ini:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash profile"Save kemudian tutup konfigurasi tersebut, balik lagi ke terminal dan ketik:
sudo update-grub2Restart komputer anda, saat booting berikutnya akan terasa lebih lama dari biasanya, tapi itu ga apa-apa kok, boot berikutnya bakalan normal lagi, malah lumayan cepet.
[+] Kalau laptop/komputer dipake sendiri sebaiknya aktifkan auto login, ini jauh lebih cepat dibandingkan login manual :)
Buka System > Administration > Login Screen
Tekan Unlock, kemudian pilih Log in as <username anda> automatically
[+] Ubah nilai swapiness. Swapiness adalah parameter pengendalian "kecenderungan kernel untuk memindahkan proses di RAM ke swap". Karena Harddisk lebih lambat dari RAM, maka parameter ini bakal memperlambat respon untuk sistem dan aplikasi jika proses dipindahkan secara "agresif" dari RAM ke harddisk.
Nilai dari swapiness dari 0 hingga 100. Nilai terendah (0) memberitahukan kernel untuk tidak menggunakan swap, nilai tertinggi (100) memberitahukan kernel untuk selalu memindahkan proses yang ada di RAM ke swap. Dengan kata lain, semakin rendah semakin baik (asal jangan ampe 0).
Para pengembang Ubuntu menyarankan agar men-set nilai swapiness sekitar 10 (tapi mereka bikin defaultnya 60 -__-;).
Untuk mengubahnya:
gksudo gedit /etc/sysctl.conf
Nah, ketika file konfigurasi kebuka, cari baik-baik parameter "vm.swappiness=60".
Kalau ketemu, ubah menjadi 10.
Kalau ga ketemu, tambahkan saja parameter "vm.swappiness=10" di akhir file konfigurasi (tanpa tanda kutip), save dan reboot.
[+] Klo mau lebih cepat, anda bisa aja mematikan hiasan desktop seperti compiz, widget, docking, bahkan, klo perlu, ganti desktop environment.
Anda bisa aja menggunakan 1 atau semua cara diatas untuk mempercepat booting :)
Tapi ingat, saya ga bertanggung jawab kalo ada kerusakan yang terjadi dengan OS anda, saya udah nyoba semua cara diatas dan memakai semuanya sekaligus, semuanya baik-baik aja dan lancar, saya booting butuh waktu kurang dari 15 detik. Tapi ini bukan berarti anda juga akan mendapatkan waktu yang sama, soalnya tergantung juga ama desktop environment, versi kernel, hingga aplikasi lain yang anda jalankan saat startup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar